VIVAnews - Pejabat badan intelijen Amerika Serikat, Central Intelligence Agency (CIA), mengatakan bahwa penyiksaan terhadap para tersangka Al-Qaeda dan Taliban merupakan program dari Presiden, yang mendapat otoritasi penuh, serta dikoordinasikan dan dioperasikan melalui Gedung Putih.Sejumlah pejabat CIA, seperti dikutip dari laman Daily Mail, Jumat 12 Desember 2014, membantah tuduhan bahwa tehnik interogasi brutal dilakukan CIA, tanpa sepengetahuan Presiden. "Bukan hanya mengetahui, Presiden juga memberikan persetujuan penuh. ...
Read More http://ift.tt/1AnupZq
No comments:
Post a Comment